‎Rembug Stunting 2026: Wujud Komitmen Kalurahan Harjobinangun Menuju Generasi Sehat dan Berkualitas



Harjobinangun, 10 Juni 2026 – Pemerintah Kalurahan Harjobinangun menyelenggarakan kegiatan Rembug Stunting Tahun 2026 pada Senin, 10 Juni 2026, bertempat di Aula Serbaguna Kalurahan Harjobinangun. Kegiatan ini merupakan forum musyawarah untuk membahas kondisi terkini stunting sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kalurahan Harjobinangun.

‎Acara dihadiri oleh unsur Pemerintah Kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), para Dukuh, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Kesehatan, Perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping Sesa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memiliki peran dalam upaya penanganan stunting.


‎Pada kesempatan tersebut, Cahyaningtyas Triwinarni dari Puskesmas Pakem hadir sebagai narasumber. Dalam paparannya, beliau menyampaikan perkembangan dan kondisi terkini stunting di Kalurahan Harjobinangun. Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Harjobinangun saat ini berada pada kisaran angka 4 persen atau turun sekitar 1% dari tahun kemarin, yang menunjukkan hasil positif dari berbagai upaya pencegahan dan penanganan yang telah dilaksanakan selama ini.

‎Meski demikian, berbagai tantangan masih perlu mendapat perhatian bersama. Dalam sesi diskusi, peserta secara aktif menyampaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi di lapangan serta berbagai usulan kegiatan untuk mengatasi stunting. Usulan tersebut mencakup intervensi spesifik, seperti peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, serta pemberian makanan tambahan. Selain itu juga dibahas intervensi sensitif, meliputi peningkatan sanitasi lingkungan, edukasi pola asuh dan gizi keluarga, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat.

‎Tidak hanya fokus pada program kegiatan, forum juga membahas tata kelola percepatan penurunan stunting agar lebih efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan serta kewenangan pemerintah kalurahan. Melalui sinergi antar sektor, diharapkan setiap program yang direncanakan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.


‎Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyepakati hasil diskusi yang dituangkan dalam daftar usulan prioritas kegiatan penanggulangan stunting. Daftar usulan tersebut menjadi satu kesatuan dengan Berita Acara Hasil Pelaksanaan Rembug Stunting Tahun 2026.

‎Melalui forum ini, diharapkan berbagai usulan kegiatan yang telah disepakati dapat diintegrasikan ke dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun Anggaran 2027, sehingga upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Harjobinangun dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi generasi masa depan. (wds).

Komentar

Postingan Populer